Parenting Nabawiyah

Setelah era sekolah-sekolah IT (Islam Terpadu), baik yang boarding atau bukan, sekarang muncul gerakan parenting nabawiyah. Salah satu ciri khas dari gerakan ini adalah pengin mengambil inspirasi dari pendidikan jaman Rasulullah dan Salafus Shalih. Ciri kedua adalah ada kecenderungan untuk melepaskan diri dari sistem pendikan konvensional dan berbagai teori, metodologi dan riset di belakangnya. Mungkin karena ada perspektif sistem pendidikan sekarang telah gagal.

Ada satu fakta sejarah bahwa karena interaksi budaya dan peradabanlah, peradaban-sains-teknologi islam di era pertengahan mencapai kejayaannya. Berikut ini buktinya jika kita coba sederhanakan:

a. Ketika bertemu dengan peradaban yunani-romawi di eropa, bukan menghindari atau malah membakarnya, tetapi malah menerjemahkan hampir semua buku dari bahasa dan peradaban berbeda, ke dalam bahasa arab. Dan kemudian dikaji serius, untuk kemudian dikembangkan lagi sampai tahap fenomenal.

b.Itu pula-lah yang dilakukan barat untuk merebut hegemoni peradaban: tidak malu belajar ke sentra-sentra keilmuan masyarakat muslim saat itu, bahkan menerjemahkan buku-buku karangan muslim menjadi textbook di universitas-universitas mereka. Filsafat, matematika, kimia, kedokteran….

Satu hal yang paling membuat saya bertanya-tanya dalam gerakan pendidikan alternatif tersebut adalah apa argumentasi ilmiah dari berbagai metoda dan metodologi yang diimplementasikan. Apakah cukup hanya penafsiran ustadz berdasarkan pemahamannya atas Quran, Hadits atau Tarikh (sejarah). Kalau masalah hukum syariah, beliau-beliau bisa jadi memang ahlinya. Tapi kalau terkait dengan sistem pendidikan, bukankah ada ilmu-ilmu alat lain untuk kemudian mengambil kesimpulan dan mengimplementasikan sesuai dengan konteks sosial dan perkembangan teknologi yang luar biasa masif saat ini?

Benarkan mencerabutkan diri dari realitas saat ini adalah jalan yang paling tepat?

***

Beberapa tahun lalu ketemu dengan salah seorang owner perusahaan implementor ERP terbesar di negeri ini, punya cabang bisnis di Australia dan Eropa. Beliau bercerita ttg bagaimana dulu di awal 90-an dengan semangat dan gairah besar memasukkan anak-anaknya ke sistem pendidikan alternatif. Tapi beliau kemudian menutup diskusi soal itu dengan kalimat yang kira-kira: “Kalau dibolehkan saya mengulang episode itu, saya akan berpikir ulang”. Beliau baru sadar ada something hilang dari sistem alternatif waktu itu.

Yang saya tangkap, beliau ini berpendapat saat itu banyak hal terkait sistem, metoda dan metodologi yang basisnya adalah common sense. Tidak teruji secara ilmiah.

Saya bayangkan, jika pendekatan parenting nabawiyah atau sejenisnya itu menggunakan pendekatan yang agak berbeda, akan banyak Doktor dan PhD yang bahkan dihasilkan dari gerakan ini. Dan kemudian ini suatu saat akan jadi mainstream. Seperti yang dilakukan di gerakan ekonomi islam.

Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: