Bukan Masalah Menjadi Apa

Suatu sore anak ketiga kami yang kelas 2 SD sepulang sekolah menangis tersedu-sedu, ngadu ke ibunya. Cerita singkatnya, waktu di sekolah tadi semua anak ditanya pengin jadi apa nanti klo sudah besar. Dia diketawain sama temen-temenya, karena dia mengatakan pengin jadi petani. Hanya dia satu-satunya yang punya cita-cita itu. Mungkin teman-temannya merasa aneh, soalnya hidup di kota seperti Bandung-Cimahi kok mau jadi petani. Jauh dari keren mungkin buat anak-anak.

Kata gadis kecil kami: “Emang jadi petani HINA gitu?”. Sambil bercucuran air matanya.

***

Sebatas pengetahuan saya, tak ada satu pun ayat di Quran yang menyuruh kita berprofesi apa. Yang ada adalah bagaimana cara memandang atau menjalani profesi, apa pun itu. Karena itu dicontohkah oleh Rasulullah tercinta untuk sering-sering berdoa seperti berikut:

Allahumma ‘ainni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatika. (Ya Tuhan kami, tolonglah kami agar bisa selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-MU dan memperbaiki ibadah kepada-Mu).

Rasanya, profesionalisme dalam profesi apa pun, atau dalam menjalani peran apa pun, itu bagian tak terpisahkan dari aspek dzikir, syukur dan ibadah. Dzikir, biar selalu ingat semuanya akan dipertanggungjawabkan. Syukur, biar hati selalu lapang dan tidak kemrungsung memikirkan yang tak ada, dan potensi berkembang dijamin semakin besar. Ibadah, biar setiap detik selalu bernilai ibadah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: