Menemukan topik penelitian (1)

Menemukan topik penelitian yang benar-benar pas adalah tantangan terbesar pertama mahasiswa S3. Topik penelitian yang pas memerlukan research-paper yang intensif, sehingga sampai pada sebuah titik yaitu bagaimana posisi riset kita dalam belantara riset yang sungguh luas itu. Tahapan research-paper ini menghasilkan taksonomi riset-riset terkait dalam bidang yang kita selami, analisa kelebihan dan kekurasanan masing-masing kelompok dalam taksonomi dan bagaimana posisi riset kita pada taksonomi besar itu.

Seorang pembimbing pernah mengatakan, idealnya tahapan ini harus sudah diselesaikan pada tahun pertama penelitian S3, sehingga 2 tahun berikutnya benar-benar fokus memformulasikan apa yang baru melalui riset kita dan bagaimana membuktikannya.

Bagi saya yang mengambil S3 di Indonesia, tantangan terbesar dari tahapan ini adalah minimnya sumberdaya pendukung. Sumberdaya pendukung utama untuk melalui tahapan ini adalah akses kepada jurnal-jurnal terkini dan terkemuka di bidang yang kita minati. Nah di sini masalahnya. Tak banyak universitas di Indonesia yang serius memberikan fasilitas ini kepada mahasiswanya. Akhirnya mahasiswa terpaksa harus kontak teman-temannya di berbagai universitas di luar negeri sana, yang kebetulan punya akses kepada jurnal-jurnal tersebut. Kalau tidak, ya urunan sama teman-teman di lab kemudian pakai akses bersama-sama.

Tantangan terbesar kedua adalah bidang fokus promotor. Idealnya dosen-dosen yang telah berkarya internasional itulah yang dijadikan promotor. Kalau tidak di bidang utamanya, minimal di bidang yang pada sesuatu yang akan kita bangun para promotor itu memiliki spesialisasi kelas dunia. Plus berkomunikasi intens dengan orang-orang yang memiliki paper-paper utama di track yang sama dengan yang kita lalui.

Akan dilanjutkan di tulisan berikutnya.

Advertisements

3 Responses to Menemukan topik penelitian (1)

  1. idiluam says:

    Saya mengamini pengalaman anda, karena saat ini saya mengalaminya juga ;)), terima kasih atas sharing pengalamannya 🙂

  2. Luqman says:

    Asslkm Pak Basuki Rahmad.

    Salam kenal pak. Saya Luqman alumnus Elektro-Usakti. Saat ini saya bekerja sebagai engineer disebuah perusahaan swasta di Jakarta.

    Keinginan saya juga melanjutkan studi S2 bidang energi listrik terbarukan. Tapi saya bingung mencari lembaga sponsor yang mau membiayai studi seorang karyawan swasta seperti saya.
    Mohon saran dan petunjuk bapak.

    Saya mau tanya. Bagaimana Pak Basuki memperoleh dana utk mendukung kuliah S2 dan S3 di ITB? Apakah dari beasiswa? Beasiswa mana ya pak?

    Terima kasih.

    Wasslkm.

    • abuazmar says:

      Salam Mas Luqman,

      Saya dulu dapat beasiswa dari ITB dan dapat dana juga dari riset unggulan. Proposal riset saya dan profesor saya diterima saat itu. Cukuplah untuk sekedar bayar kuliah.

      Setahu saya sekarang kondisinya lebih baik. DIKTI punya dana besar untuk S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Dan sepertinya tidak ada ikatan dinasnya. Kalau kita sudah lolos seleksi, bisa ajukan ke DIKTI.

      Saran saya, coba cari info lebih detil ke DIKTI soal itu. Selanjutnya baru cari sekolah mana yang pas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: