My paper on IJCSIS

Paper ini sebenarnya sudah diterima 2010, tetapi baru diterbitkan sekarang.

http://www.docstoc.com/docs/120579378/Modeling-Asset-Dependency-for-Security-Risk-Analysis-using-Threat-Scenario-Dependency

 

Pengalaman baru: menjadi anggota IT Steering Committee

Tertanggal mulai 30 Mei 2012, saya menjadi anggota IT Steering Committee dari pihak eksternal di salah satu BUMN transportasi. Ini merupakan pengalaman pertama, dan sekaligus tantangan untuk membumikan teori-teori dalam berbagai buku, framework dan standar tentang IT Strategy Committee atau IT Steering Committee.

Secara garis besar pekerjaannya adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan masukan tentang agenda-agenda penting yang harus diambil keputusan pada pertemuan reguler IT Steering Committee. Untuk tahapan kritis saat ini, pertemuan tersebut bisa per bulan atau per 2 bulan.
  2. Membantu “working group” untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dibawa dalam pertemuan ITSC tersebut. Kajian di sini dikerjakan secara remote dengan tim internal mereka. Topiknya bisa sangat bermacam-macam, tergantung dengan setting agenda yang telah ditetapkan di depan.
  3. Ikut menghadiri rapat ITSC dan sekaligus memberikan pendapat tentang pembahasan agenda, misalnya tentang alternatif-alternatif solusi yang bisa diambil.

Rasanya memang setengah konsultan dan setengah klien. Tantangan terbesar adalah bagaimana bisa merasakan apa yang terjadi seperti mereka merasakan.

Menemukan topik penelitian (2)

Tulisan ini lebih dikhususkan bagaimana menjalin komunikasi dengan peneliti-peneliti di berbagai tempat, dalam rangka menemukan topik penelitian kita sendiri. Di tulisan pertama sudah saya sampaikan tentang tantangan orang S3 di Indonesia, sehingga ada anekdot seperti ini: “Di sana orang dibayar untuk membaca paper, sedangkan di sini orang harus membayar agar bisa membaca paper”.

Berapakah paper yang harus dibaca oleh seorang kandidat doktor? Satu promotor saya mengatakan minimal 300 paper, kalau S2 minimal 100 paper. Paper-paper itu tentu saja yang inline dengan topik penelitian kita. Nah di sinilah seni meneliti itu dimulai. Indikator bahwa penelitian kita sudah masuk ke track yg benar adalah kalau kita sudah bingung: ke utara, ke selatan, ke barat dan ke timur mentok karena ternyata sudah ada yang mengerjakan topik itu. Untuk sampai titik ini memang harus banyak membaca, kemudian berani menyempitkan dan semakin menyempitkan topik penelitian kita, sampai akhirnya kita hanya mendapatkan beberapa paper yang menjadi state-of-the-art di sudut yang kita selami itu.

Jika sudah sampai titik tersebut, maka melakukan komunikasi dengan penulis-penulis paper state-of-the-art itu akan sangat membantu untuk keluar dari kebingungan dan mencapai tahap “EUREKA!!”, yaitu insipirasi baru sebuah celah penelitian yang dapat memperbaiki usulan-usulan yang ada.

Topik yang saya lakukan penelitian saat itu adalah ttg metoda analisa risiko keamanan informasi. Ada banyak metodologi dan standar untuk bidang itu. Saya persempit lagi di metodologi-metodologi yang sudah mempertimbangkan dependensi aset, dengan pertimbangan bahwa metodologi yang sudah mempertimbangkan dependensi aset memiliki kelebihan dalam menyatakan model bisnis dan model nilai aset. Untuk mendapatkan ide ttg dependensi aset, itu perjalanan lumayan panjang dengan sebelumnya mendalami satu persatu seluruh metodologi yang ada, kemudian coba memilah-milah apa yang sama dan apa yang tidak sama. Lama sekali saya di titik ini. Karena background saya di IT Audit, suatu hari saat saya membaca paper ttg salah satu metodologi di sana baru ada yg mengungkapkan ttg teori dependensi aset ini. Wahh… itulah satu tahapan saya mempersempit topik penelitian pada metodologi yang hanya mempertimbangkan dependensi aset. Yg pasti kalau nanti ditanya mengapa hanya dibatasi pada metodologi yang mempertimbangkan dependensi aset, saya punya argumentasi yang kuat.

Selanjutnya saya lebih konsentrasi untuk membuat taksonomi lagi di metodologi yang mempertimbangkan dependensi aset. Ternyata memang tak banyak, tak lebih dari 5. Itu artinya, di situ celahnya masih banyak karena masih sedikit yang mengerjakannya. Dari situ semangat tambah lebih besar lagi. Tapi mentok lagi, apa lagi yang bisa diperbaiki dari yang sudah ada ini?

Sampai titik itu kemudian saya mulai berkomunikasi intensif, salah satunya ke seorang peneliti di pusat penelitian security di Austria. Biar komunikasinya agak keren, saya analisa dulu seluruh paper yang dia sudah publikasi, apa kelebihan dan kekurangannya. Dari situ saya mulai email dia. Dan tanggapannya sungguh enak, mungkin dia menilai saya nggak blank banget. Satu bulan, dua bulan dan bulan ketiga saya sudah bisa memberikan argumentasi yang lebih kuat ttg penilaian saya. Bahkan setelah itu dia mau mengirim disertasi dia yang tidak bisa didownload bebas seperti papernya yg lain. Dan terakhir dia malah menawarkan join paper di topik yang saya usulkan.

Pelajaran dari sini, untuk penelitian S3 harus berani memilih fokus yang sempit dan memulai komunikasi dengan berbagai pihak yang sedang atau sudah meneliti di fokus yang kita pilih itu. Dunia akademis memiliki kulturnya sendiri, yaitu keterbukaan dan menghargai karya orang lain. Percaya diri memulai komunikasi dengan berbagai peneliti di berbagai tempat akan mempercepat menemukan topik pilihan, dibandingkan hanya membaca paper-papernya.

Menemukan topik penelitian (1)

Menemukan topik penelitian yang benar-benar pas adalah tantangan terbesar pertama mahasiswa S3. Topik penelitian yang pas memerlukan research-paper yang intensif, sehingga sampai pada sebuah titik yaitu bagaimana posisi riset kita dalam belantara riset yang sungguh luas itu. Tahapan research-paper ini menghasilkan taksonomi riset-riset terkait dalam bidang yang kita selami, analisa kelebihan dan kekurasanan masing-masing kelompok dalam taksonomi dan bagaimana posisi riset kita pada taksonomi besar itu.

Seorang pembimbing pernah mengatakan, idealnya tahapan ini harus sudah diselesaikan pada tahun pertama penelitian S3, sehingga 2 tahun berikutnya benar-benar fokus memformulasikan apa yang baru melalui riset kita dan bagaimana membuktikannya.

Bagi saya yang mengambil S3 di Indonesia, tantangan terbesar dari tahapan ini adalah minimnya sumberdaya pendukung. Sumberdaya pendukung utama untuk melalui tahapan ini adalah akses kepada jurnal-jurnal terkini dan terkemuka di bidang yang kita minati. Nah di sini masalahnya. Tak banyak universitas di Indonesia yang serius memberikan fasilitas ini kepada mahasiswanya. Akhirnya mahasiswa terpaksa harus kontak teman-temannya di berbagai universitas di luar negeri sana, yang kebetulan punya akses kepada jurnal-jurnal tersebut. Kalau tidak, ya urunan sama teman-teman di lab kemudian pakai akses bersama-sama.

Tantangan terbesar kedua adalah bidang fokus promotor. Idealnya dosen-dosen yang telah berkarya internasional itulah yang dijadikan promotor. Kalau tidak di bidang utamanya, minimal di bidang yang pada sesuatu yang akan kita bangun para promotor itu memiliki spesialisasi kelas dunia. Plus berkomunikasi intens dengan orang-orang yang memiliki paper-paper utama di track yang sama dengan yang kita lalui.

Akan dilanjutkan di tulisan berikutnya.

Seninya bercerita kepada anak

Suatu saat saya mengingatkan anak kedua yang baru 4 tahun, “Mas, sholat kok nggak wudlu to?”. Dia njawab dengan santai, “Kalau wudlu nanti bisa batal bah”. Maksudnya, kalau wudlu dan buang angin ketika sholat maka harus wudlu lagi.  Saya dan istri tertawa ngakak mendengar jawabannya.

Saya langsung teringat satu cerita yang pernah saya sampaikan kepada dia dan kakaknya yang 7 tahun. Cerita tentang Kabayan. Suatu saat Kabayan sholat jamaah di masjid. Ketika sedang sholat, dari knalpot kabayan terdengar bunyi CESSSSS dan kemudian tercium bau menyengat. Teman yang di samping Kabayan kemudian ngomong,”Kabayan, batal sholat kamu. Kamu kan kentut”. Kabayan menjawab santai, “Nggak, nggak batal. Orang.. saya nggak wudlu kok”.

Dasar kabayan!!!

***

Tak disangka, cerita itu dibalikkan ke kami waktu menyuruhnya sholat. Insight: Hati-hati cerita ke anak. Bisa jadi senjata balik ke orang tua :)

Tapi sebenarnya cerita itu metoda yang menyenangkan buat anak-anak. Banyak sekali yang bisa distimulasi dari cerita ini. Saya koleksi cerita abu nawas, nashruddin, kabayan dan yang sejenisnya. Kreatifitas bisa ditumbuhkan dengan cerita-cerita nyleneh dari Abu Nawas, intinya bagaimana tetap banyak akal, tetapi jangan ngakalin orang. Itu penting….

Sekarang lagi buat kurikulum cerita, biar ceritanya lebih sistematis dan lebih banyak yang bisa ditanamkan ke anak. Berdasarkan pengalaman, anak itu paling suka yang lucu dan aneh. Itu pintu masuk yang disukai anak-anak, setelah itu bisa ditumpangi apa saja. Tapi ada juga cerita yg nggak lucu tapi menarik anak, tapi harus pintar buat judul yang membuat anak penasaran. Kadangkala cerita dulu setengah kemudian ditinggal dulu, malah bikin penasaran.

Tuntutan dan Modal

Adalah tidak fair menuntut pencapaian seseorang akan sebuah hal, tetapi tidak ada modal yang memadai yang diberikan pada orang tersebut. Seorang pemilik bisnis tidak fair menuntut kerja karyawannya pada titik yang paling optimal, kalau sang pemilik bisnis tak menunaikan kewajiban menyediakan program pengembangan SDM yang memadai bagi karyawannya tersebut, selain fairness dalam soal kesejahteraan (sebatas kemampuan perusahaan, tentu saja).

Dalam hidup ini juga seperti itu juga. Coba kita simak terjemahan QS Al A’Raf :179

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki Qalb (hati) tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebhi sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

Saya takjub membaca ayat ini, terutama teringatkan bahwa memahami kebesaran dan ayat-ayat Allah bukan dengan fikiran, tetapi dengan hati. Ini penggunaan kata yang tak mungkin dilakukan oleh manusia. Tauhid itu ujung dan pangkalnya di hati, sedangkan fikiran itu penting sebagai sarana internalisasi ke hati.

Ada 3 “modal” utama yang diberikan kepada setiap manusia untuk selamat dari neraka jahanam itu: qalb, mata dan pendengaarn. Karena sudah kita sudah diberi modal itulah maka tuntutan kepada manusia itu jadi masuk akal. Sederhananya: kan sudah dikasih modal, mana sekarang penggunaannya? Jika dan hanya jika modal itu dipergunakan dengan semestinya, barulah yang memberikan modal akan berkenan.

Dan surat Al A’raf ini juga menyajikan satu ayat fundamental lainnya, yang mengantisipasi “penyakit” manusia yang akan menyanggah Tuhannya agar tak menyiksanya, karena kesesatannya akan kemusyrikan hanya mengikuti  apa yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Begini redaksi lengkap penyanggahan itu di QS Al A’raf:173

“Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kai karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?”

Ayat sebelumnya (QS Al A’raf:172) sudah mengantisipasinya dengan argumentasi bahwa seluruh ruh manusia itu sebenarnya telah mengikat perjanjian dengan Tuhannya ketika penciptaannya. Setiap ruh akan mempersaksikan bahwa adalah benar Allah adalah Rabb mereka.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi anak cucu adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabb-mu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Rabb kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

Jadi sudah lengkap bukan modal yang diberikan kepada tiap jiwa ini?

Semoga kita bukan termasuk orang yang tak bisa bersyukur dengan keberadaan modal-modal tersebut.

Agar Dicintai Allah dan Makhluk-Nya

Menuliskan kembali dari: http://percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&cID=293

***

Tidak mudah untuk mengidentifikasi sebuah kata “cinta”. Begitu luas gambaran maknanya sehingga bahasa ini bisa dipakai dalam hal apa saja. Agar kita tidak ‘terperosok’ dalam cinta yang ‘salah’ maka kita hrus memahami apakah sebenarnya makna dari cinta.

Cinta adalah Nutrisi Hati, Pelepas Dahaga Jiwa, Penyejuk mata, Kebahagiaan jiwa, Cahaya akal, Penyegar batin, Puncak cita-cita dan Harapan paling mulia. Kehidupan tanpa cinta adalah kematian. Cinta adalah cahaya, yang tanpanya seseorang bisa tersesat dalam lautan kegelapan. Cinta adalah obat penawar yang tanpanya seseorang akan diserang oleh berbagai macam penyakit. Cinta adalah kelezatan, yang tanpanya kehidupan seseorang akan dicekam oleh kerisauan dan penderitaan.

Bila napas kehidupan bisa berdenyut karena dilandasi oleh sebuah cinta, maka cinta hamba terhadap Allah merupakan nutrisi yang memberikan suntikan kekuatan tak terperi bagi seorang Mukmin, yang membuatnya bertahan dalam menghadapi gempuran tantangan zaman yang tiada henti. Cinta inilah yang terus memompakan rasa optimisme yang besar pada seorang mukmin sehingga ia berhak meraih karunia Ilahi yang paling agung, yaitu cinta Allah (mahabbatullah).

Namun seorang hamba yang ingin dicintai oleh Allah tentu saja tidak tinggal diam dan menunggu saja anugerah dari langit. Tidak, sebaliknya ia harus proaktif memburu anugerah itu, yakni dengan berusaha untuk mencintai-Nya lebih dulu.

Mencintai Allah ini juga bukan sekadar menjadi klaim belaka yang hanya menjadi pemanis bibir, namun harus ada usaha kongkret yang mencerminkan keinginan agung itu. Ciri-ciri dari seorang hamba yang benar-benar cinta kepada Allah adalah; Pertama, dia menginginkan pertemuan dengan Allah di Surga.
Kedua, bisa merasa nikmat dalam berkhalwat, bermunajat kepada Allah dan membaca Al-Qur ‘ an. Sabar terhadap hal-hal yang tidak disukai Allah, mengutamakan Allah atas segala sesuatu, mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang dicintainya, baik lahir maupun batin. Selalu mengingat Allah dan berprasangka baik kepada-Nya. Segera bertobat yang dibarengi dengan khuaf (cemas) dan raja ‘ (harap). Menyesal, jika lupa mengingat Allah, lemah lembut kepada hamba Allah dan tegas kepada musuh-Nya.

Alngkah indah dan bahagianya hidup, bila kita telah dicintai oleh Allah dan disayangi pula oleh seluruh makhluk di dunia ini.

Sesuai judulnya, catatan ini berisi tentang trik agar kita dicintai oleh Allah swt.

1. Menjauhi dosa-dosa besar

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. 04:31)

Dosa besar adalah dosa yang nama dan sanksinya dituliskan secara eksplisit dalam Al Qur’an atau Hadits. Contohnya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. 17: 32)

Dosa besar yang lain adalah : Syirik, Durhaka kepada ortu, membunuh, lari dari medan perang.

2. Taubat

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,” (QS. 39: 53-55)

Berikut prosesi dan bertaubat :
- Berhenti total dari kesalahan.
- Sholat mutlak 2 rakaat dan membaca do’a QS Al A’raaf, 7: 23.
- Tidak mengulangi kesalahan lagi, dengan menjauhinnya.
- Recovery (berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya).

3. Istighfar

Yaitu selalu memohon ampun dengan ucapan lahiriah setiap kita melakukan kesalahan.
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS.03: 135)

Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba.
Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

4. Berjihad dengan harta & jiwa

Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang. Untuk meneguhkan keyakinan dan daya tahan orang mukmin, Allah meminta bukti agar orang yang mengaku beriman untuk berjihad dan bersabar dijalan Allah. Sehingga nyata-nyata akan terlihat mana yang ‘semu’ dan mana yang beriman sebenarnya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214.)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. 3:142.)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 09:16)

Berjihad di jalan Allah ibarat berniaga dengan keuntungan yang berlipat-lipat tanpa resiko rugi sedikitpun.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS Ash Shaaf, 61: 10-12)

5. Berlapang dada & pemaaf

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS.03:133-134)

Menginfaqkan Harta, Menahan Amarah dan Memaafkan dan selalu berbuat kebajikan merupakan cirri manusia beriman. Sduahkan kita berusaha untuk semikian?

Wallahu A’lam.

dinukil dari http://arioss.wordpress.com/ dengan beberapa penambahan.

Referensi :
Catatan Kecil MPI (Majelis Percikan Iman).
Buku ‘Agar Dicintai Allah’ (Abdul Hadi Hasan Wahbi), Robbani Press (2004)

Manajemen Investasi: Kelemahan Utama IT Blueprint

IT Blueprint itu bisa strategis, bisa tidak. Kualitas sebuah IT Blueprint akan ditentukan seberapa besar dampaknya atas organisasi atau perusahaan. Semakin strategis kalau dampaknya semakin besar.

Mungkin 90% orang yang mengerjakan IT Blueprint itu basic utamanya memang orang TI. Karena orang TI, seringkali terlalu asyik membuat desain teknikal yang sophisticated. That’s right, but not enough. Dalam sebuah presentasi tender di salah satu BUMN yang akhirnya kami menangkan, kami ditanya tentang apakah kunci dari IT Blueprint yang akan kami usulkan itu akan jalan? Saat itu saya jawab: Manajemen Investasi TI!! Sebaik apa pun Bapak/Ibu punya desain teknis arsitektur aplikasi, arsitektur infrastruktur dan organisasi TI, tak akan bisa dijalankan kalau tak ada manajemen investasinya.

Manajemen investasi ini setidaknya menginformasikan:

  1. Apa hubungan sebuah proyek TI dengan agenda strategis bisnis?
  2. Apa value yang akan tercipta dengan implementasi TI ini?
  3. Berapa cost project yang harus disiapkan dalam sebuah durasi tahun tertentu?
  4. Berapa benefit kuantitatif dan kualitatif atas proyek TI yang akan dijalankan?
  5. Bagaimana studi kelayakan ekonominya? Mau pakai apa? Cost-Benefit Analysis, IRR, Payback Period, ……..

Manajemen investasi ini sebaiknya dikemas lagi dalam dokumen-dokumen Business Case. Kalau menggunakan pendekatan Program/Project Portfolio, minimal setiap Program TI (setiap program TI akan terdiri dari beberapa proyek TI) akan memiliki business case ini. Business case ini berisi 5 poin utama di atas, plus manajemen risiko dan manajemen perubahan yang dibutuhkan.

Jadi “tool marketing” dari IT Blueprint itu pasnya bukan dokumen IT Blueprint yang biasanya tebal-tebal itu, tapi business case program. Jadi IT Blueprint kita bahasakan dalam bahasa bisnis. Sepertinya ke depan cara-cara seperti di atas akan lebih memberikan dampak bagi organisasi.

KESIMPULAN: Membuat IT Blueprint itu tak susah, yang susah itu melaksanakannya. Manajemen Investasi dan Business Case diperlukan untuk memudahkan pelaksanaan yang susah itu.

Persoalan umum implementasi TI di Rumah Sakit

Program CPE kedua tentang Penyusunan IT Blueprint untuk Rumah Sakit alhamdulillah berjalan lancar kira-kira 2 minggu yang lalu. Yang menarik dari penyelenggaraan kedua ini adalah tipikal pesertanya. Jika di penyelenggaraan pertama pesertanya mayoritas memang orang TI, di penyelenggaraan kedua ini adalah manajemen eksekutif rumah sakit dan bahwan owner rumah sakit (dalam hal ini RS swasta).

Tentu saja cara pandangnya jadi agak beda, dan karena itu pula materi-materi dimodifikasi ulang. Intinya lebih ditekankan kepada hal-hal strategis seperti:

  1. Seberapa strategis sih TI untuk rumah sakit?
  2. Bagaimana memposisikan TI sebagai alat untuk menjadi competitive/comparative advantage dibandingkan dengan RS lain?
  3. Plus state-of-the-art arsitektur aplikasi dan infrastruktur

Beberapa yang menarik dan menjadi kesimpulan dari training adalah sbb:

  1. Setelah membahas berbagai case yang ada, akhirnya dapat kesimpulan bersama: TI itu strategis lho untuk Rumah Sakit-Rumah Sakit di Indonesia.
  2. Setidaknya poin pertama menjadi referensi penting. Nah, tapi nilai strategis TI bagi RS-RS di Indonesia masih jauh dari potensi yang sebenarnya ada. Beberapa persoalan berikut ini yang sempat dibahas dalam sesi training kemarin itu.
    • Strategic Alignment yang masih rendah – RS-RS di Indonesia secara umum masih belum memiliki pola bagaimana menurunkan arahan strategis TI yang diturunkan dari rencana bisnis RS. Karena pembahasan ini jarang sekali dilakukan, akhirnya implementasi TI di RS mayoritas hanya mengikuti trend: sistem informasi ini dan itu…. Kalau tetangga pakai itu, ya kita butuh itu…. sederhananya begitu. Jadi secara faktual memang TI belum dianggap hal strategis, walaupun teorinya disadari strategis.
    • Kapasitas manajemen TI yang belum optimal - Struktur organisasi di RS-RS pemerintah sudah ditetapkan oleh regulasi dari depkes. Nah, regulasi dari Depkes ini sepertinya belum “tersibghoh” dengan panduan Tata Kelola TI yang dikeluarkan oleh Dewan TIK Nasional. Mau membuat Komite TI juga agak susah, karena berdasarkan regulasi tersebut sebuah komite harus di bawah salah satu direktur. Hal ini tidak dihadapi oleh RS swasta. Jadi ada bbrp RS swasta yang posisi TI di leher, sehingga jauh lebih powerfull.
    • IT Leadership yang masih lemah - Harus diakui bahwa mayoritas RS masih memandang TI hanya sekedar supporting, alat untuk ngolah data dan buat laporan. Nothing else. Manajemen eksekutif RS belum memposisikan TI sebagai aset strategis bagi bisnis RS. Faktor ini, ditambah dengan faktor kapasitas manajemen TI yang terbatas, berkelindan menjadi sebuah titik lemah utama implementasi TI di RS Indonesia.
    • SDM TI RS yang masih lemah - SDM TI di RS Indonesia, mostly, belum sekuat seperti di sektor-sektor bisnis lainnya. Mungkin ini terkait dengan persepsi atas TI yang belum dianggap aset strategis di atas.
    • Tingkat kegagalan yang tinggi dalam implementasi sistem informasi - Yang menarik, ternyata jarang sekali RS yang bisa sekali jadi untuk implementasi aplikasi SIM Rumah Sakit mereka. Kegagalan 3-4 kali ternyata banyak sekali ditemui. Apakah ini karena ketidakmampuan vendor-vendornya ataukan pola hubungan TI (plus vendor) dengan BPO (Business Process Owner) di RS yang tidak baik? Perlu ditelaah lebih lanjut untuk hal ini.
    • Sistem banyak tapi tetap susah mendapatkan informasi manajemen - Sistem aplikasi banyak dikembangkan, tetapi masih pulau-pulau terpisah. Kalau mau terintegrasi, banyak yg akhirnya harus memakai solusi satu vendor. Tentu saja ada risiko di sini.

Semoga bermanfaat untuk mentransformasi RS di Indonesia, sehingga masyarakat lebih suka membelanjakan dananya di RS Indonesia daripada ke RS negeri tetangga yang menampung uang-uang hasil jarahan dari negeri kita ini. Sudah sumberdaya kita dicuri, uang hasil korupsi ditampung mereka, eh… sakit pun kita lebih suka ke sana.

Sorry utk paragraf terakhir.

The Incredible Benefits of FASTING

BERDASARKAN pendapat sejumlah ahli kesehatan, puasa dapat memberikan berbagai manfaat bagi yang melaksanakannya, di antaranya untuk ketenangan jiwa, mengatasi stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Puasa selain bermanfaat untuk ketenangan jiwa agar terhindar dari stres, juga dapat menyehatkan badan dan dapat membantu penyembuhan bermacam penyakit.

Selain itu, puasa dapat membuat awet muda atau menunda proses ketuaan. Supaya kondisi fisik selalu sehat dan bugar, organ-organ tubuh harus mendapatkan kesempatan untuk istirahat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berpuasa.

Puasa bagi umat Islam merupakan salah satu Rukun Islam dan merupakan salah satu ibadah wajib selama bulan Ramadan. Bagi umat Islam, berpuasa merupakan salah satu ibadah yang harus dilakukan. Ada puasa wajib yang harus dilakukan pada bulan Ramadan, tapi ada juga puasa-puasa sunah seperti puasa Daud, puasa Arafah, puasa Senin-Kamis, dan puasa sunah lainnya.

Beberapa ahli dari negara-negara Barat dan Timur telah meneliti dan membuktikan tentang manfaat puasa. Tiga orang ahli dari Barat yang non-Muslim telah mengemukakan pendapat mereka tentang faedah puasa.

Ketiga orang ahli tersebut adalah Allan Cott M.D., seorang ahli dari Amerika, Dr. Yuri Nikolayev Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow, dan Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika.

Allan Cott, M.D., telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast yang mengalami 17 kali cetak ulang dalam tempo sewindu. Di buku itu, Allan Cott, M.D. membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain:

a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental).

b. To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda).

c. To clean out the body (membersihkan badan)

d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.

e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks).

f. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya).

g. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa).

h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi).

i. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri).

j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).

Sementara itu, Dr. Yuri Nikolayev menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).

Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

* *

PUASA memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk kesehatan tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.

Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena, setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar.

Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel.

Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya berjalan dengan baik.

Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari, selain mengandung zat-zat gizi yang berguna untuk tubuh kita, juga mengandung bahan toksik atau racun yang kemudian tertimbun dalam tubuh. Bahan toksik atau racun yang ada dalam tubuh kita, jika sudah terlalu banyak dapat menyebabkan masalah pada tubuh antara lain, tubuh menjadi mudah lelah, daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah sakit.

Dengan melakukan puasa, tubuh akan menggunakan energi cadangan. Penggunaan energi cadangan ini menyebabkan racun-racun terbuang dan sel-sel tubuh dibersihkan. Selain itu, di bagian pencernaan terjadi juga pengeluaran racun karena alat-alat pencernaan beristirahat sehingga dapat membersihkan diri, juga termasuk usus besar yang merupakan pusat kotoran.

Berpuasa selain bermanfaat untuk detoksifikasi atau proses pengeluaran racun secara menyeluruh, juga bermanfaat untuk menambah tenaga. Hal tersebut disebabkan racun-racun yang ada pada sel-sel dan jaringan tubuh telah dibersihkan, sehingga organ tubuh menjadi lebih bersih dan zat gizi yang masuk lebih mudah diserap.

Berpuasa dapat membantu meningkatkan penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumsi karena dalam saluran pencernaan, sebelum makanan diserap harus mengalami proses perubahan terlebih dahulu dari bentuk padat menjadi komponen-komponen yang sangat halus. Pada saat berpuasa, saluran pencernaan beristirahat selama beberapa jam. Dengan diistirahatkannya saluran pencernaan tersebut akan menjadi lebih baik dalam memproses dan menyerap makanan yang dikonsumsi, sehingga akan lebih bertenaga, sehat, dan kuat.

Supaya selalu tercipta kondisi sehat, bugar dan cantik saat berpuasa, sebaiknya pada waktu berbuka maupun sahur selalu mengonsumsi makanan sehat yang memenuhi unsur pola makan empat sehat lima sempurna dan bergizi lengkap. Dengan cara itu, tentunya dapat menunjang ibadah puasa yang kita dilakukan. (Surtiningsih, kolomnis/pengamat kesehatan)***

Saya copas dari: http://andirahadi.multiply.com/journal/item/1/MANFAAT_PUASA_SENIN_DAN_KAMIS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.