Menemukan topik penelitian yang benar-benar pas adalah tantangan terbesar pertama mahasiswa S3. Topik penelitian yang pas memerlukan research-paper yang intensif, sehingga sampai pada sebuah titik yaitu bagaimana posisi riset kita dalam belantara riset yang sungguh luas itu. Tahapan research-paper ini menghasilkan taksonomi riset-riset terkait dalam bidang yang kita selami, analisa kelebihan dan kekurasanan masing-masing kelompok dalam taksonomi dan bagaimana posisi riset kita pada taksonomi besar itu.
Seorang pembimbing pernah mengatakan, idealnya tahapan ini harus sudah diselesaikan pada tahun pertama penelitian S3, sehingga 2 tahun berikutnya benar-benar fokus memformulasikan apa yang baru melalui riset kita dan bagaimana membuktikannya.
Bagi saya yang mengambil S3 di Indonesia, tantangan terbesar dari tahapan ini adalah minimnya sumberdaya pendukung. Sumberdaya pendukung utama untuk melalui tahapan ini adalah akses kepada jurnal-jurnal terkini dan terkemuka di bidang yang kita minati. Nah di sini masalahnya. Tak banyak universitas di Indonesia yang serius memberikan fasilitas ini kepada mahasiswanya. Akhirnya mahasiswa terpaksa harus kontak teman-temannya di berbagai universitas di luar negeri sana, yang kebetulan punya akses kepada jurnal-jurnal tersebut. Kalau tidak, ya urunan sama teman-teman di lab kemudian pakai akses bersama-sama.
Tantangan terbesar kedua adalah bidang fokus promotor. Idealnya dosen-dosen yang telah berkarya internasional itulah yang dijadikan promotor. Kalau tidak di bidang utamanya, minimal di bidang yang pada sesuatu yang akan kita bangun para promotor itu memiliki spesialisasi kelas dunia. Plus berkomunikasi intens dengan orang-orang yang memiliki paper-paper utama di track yang sama dengan yang kita lalui.
Akan dilanjutkan di tulisan berikutnya.